Tips Hamil

Jumat, 06 Maret 2015

Indahnya Pantai Pasir Putih di Tuban - Part 3

Indahnya Pantai Pasir Putih di Tuban - Part 4

Indahnya Pantai Pasir Putih di Tuban - Part 2

Indahnya Pantai Pasir Putih di Tuban - Part 1

Canggah, Alat Kuno Untuk Menangkap dan Mengamankan Pencuri


Canggah, adalah nama alat kuno yang terbuat dari besi. Bentuknya cukup aneh berupa tongkat kayu sepanjang sekitar 2 meter dan terdapat besi yang berbentuk lingkaran di pucuknya.

Semula saya menganggap Canggah itu sebagai senjata kuno seperti halnya senjata tombak yang ada di dekatnya. Ternyata anggapan saya  salah karena Canggah itu bukan merupakan senjata. Tetapi merupakan alat untuk menangkap, menggiring dan mengamankan pencuri pada masa lampau.


Canggah itu dulu digunakan oleh para santri masa Sunan Giri di Gresik  saat ada pencuri yang tertangkap. 


Cara menggunakan Canggah adalah dengan memasukkan dan melilitkan besinya ke leher sang pencuri. 


Setelah besi terpasang dan terkunci dengan rapat, pencuri kemudian digiring dengan menggerakkan canggah itu dengan menggunakan tongkat kayunya. 
 

Tentu saja sang pencuri tidak bisa bergerak dan melawan para penggiringnya.Canggah itu tidak bisa dilepaskan sendiri karena  kedua ujungnya diikat dengan rantai besi.



Canggah yang fungsinya cukup menyeramkan itu merupakan koleksi di Museum Sunan Giri di Kota Gresik. Ditempatkan dalam ruangan bersama beberapa senjata kuno seperti tombak dan sebagainya.


Bila tanpa membaca informasi dan keterangannya, mungkin ada banyak pengunjung yang tidak tahu apa dan bagaimana fungsi Canggah itu.


Keberadaan Canggah ini menjadi salah satu daya tarik di Museum Sunan Giri. Selain canggah, di museum ini juga ada koleksi kuno lainnya seperti Al Qur'an tulisan tangan yang berusia 300 tahun, aneka keramik, kain surban dan sajadah peninggalan Sunan Giri , batu lumpang dan sebagainya.


Kesemua koleksinya memiliki kisah dan daya tarik tersendiri.

Kamis, 05 Maret 2015

Kuliner Lontong Tuyuhan Yang Nikmat

Kuliner Lontong Tuyuhan Yang Khas dan Nikmat



Jatirogo adalah nama daerah di Tuban yang berada di perbatasan provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ada yang menarik perhatian saya saat melintas di Jatirogo karena di sana terdapat beberapa warung yang menyediakan kuliner dengan nama yang unik yaitu Lontong Tuyuhan.



Saya kemudian masuk ke dalam salah satu warung dan memesan satu porsi Lontong Tuyuhan. Setelah beberapa saat menunggu sang penjual mempersiapkan pesanan saya  dan tentu saja saya juga memotretnya, akhirnya Lontong Tuyuhan pun siap dinikmati.


Ternyata Lontong Tuyuhan cukup sederhana. Tampilan kuliner ini mirip sekali dengan kuliner Opor Ayam ,Kare Ayam atau Kari Ayam. Menurut penjualnya , nama Lontong Tuyuhan itu diberikan karena kuliner ini merupakan makanan khas di daerah Tuyuhan , Rembang  – Jawa Tengah.


Sesuai dengan namanya, makanan ini menggunakan Lontong, yaitu beras yang dimasak dan dikemas dalam bentuk khusus dengan menggunakan daun pisang.Sedangkan bahan yang digunakan untuk menyajikan Lontong Tuyuhan ini adalah lontong,  sayur dengan kuah santan dan bumbu rempah-rempah, daging ayam dan terakhir ditaburi dengan bawang goreng.



Harga per porsi Lontong Tuyuhan cukup murah yaitu Rp 10.000 dengan kuah yang cukup banyak dan potongan daging ayam yang cukup besar.