Tips Hamil

Jumat, 03 Juli 2015

Suasana Terbakarnya Food Court Sidodadi di Kota Tuban


Suasana malam hari di kawasan kuliner di bekas toko Sidodadi di Jl. Basuki Rahmad  , kota Tuban - Jawa Timur tampak sangat ramai sekali pada tanggal 3 Juli 2015. Banyak warga berdatangan ke sana. Begitu pula ada banyak petugas pengamanan dari Kepolisian dan TNI berjaga-jaga di  beberapa lokasi.



Saat itu, salah satu pusat bisnis kuliner itu ludes karena kebakaran. Jago merah tampak membakar dan menghanguskan segala sesuatu benda yang ada di dalam ruangan-ruangan restoran di dalamnya yang ditempati oleh brand Quick Chicken, Mbok Lis, Huma, dan Zu Bento. Petugas dan warga tampak saling membantu memadamkan api dan berhasil memadamkan api sekitar 1 jam sesudahnya.

Ada tiga unit mobil Damkar milik Pemkab Tuban dan 1 unit mobil Damkar bantuan dari PT. Semen Indonesia yang diturunkan untuk menangani kebakaran itu.

Menurut sumber informasi yang berjualan makanan di lokasi, kebakaran itu diduga terjadi pada sekitar pukul 22.00 dengan sumber  api terlihat bermula di bagian tengah dan terus membesar hingga asapnya tampak membubung hingga ke bangunan di lantai dua.

Pria dengan nama panggilan  Dek itu mengatakan, “ Saat itu saya lihat awalnya api muncul dari tengah dan terus membesar. Sebelum unit pemadam datang, gedung itu tampak merah membara. Sepertinya kebakaran timbul dari ledakan tabung gas LPG yang bocor mas,” ujarnya.


Kapolsek Tuban Kota, AKP. Supar yang berada di lokasi kejadian mengatakan, “Kebakaran terjadi sekitar pukul 10 malam dan menghanguskan bagian dalam rumah makan tersebut. Banyak meja kursi yang terbakar,” katanya. 

Tentang penyebab kebakaran, Kapolsek mengatakan bahwa penyebabnya belum diketahui secara pasti dan masih dalam tahap penyelidikan. Tak ada korban jiwa dalam musibah itu.




Suasana Kebakaran Di Food Court Sidodadi - Tuban

Jumat, 26 Juni 2015

Jejak Mesin Ketel Uap Kuno Di Museum Surabaya


Ada yang berbeda ketika saya berkunjung ke  Gedung Siola atau gedung Tunjungan di tengah kota Surabaya. 


Dulunya gedung yang kuno dan tetap berdiri megah itu merupakan pusat penjualan barang-barang elektronik, gadget dan peralatan perkantoran yang banyak didatangi oleh para pengunjung.


Tetapi saat  ini keadaannya tampak cukup sepi dan tak ada banyak pengunjung yang datang ke sana. Selain itu, di halaman luar gedung itu juga terpajang mesin ketel uap kuno buatan Inggris, dua meriam kuno dan 1 unit mobil pemadam kebakaran yang melihat dari bentuknya seperti mobil kuno juga.



Rupanya, gedung itu telah berganti menjadi Museum Surabaya sejak tanggal 3 Mei 2015. Dan benda-benda kuno yang terpajang di halaman luar itu merupakan koleksi dari museum yang menjadi destinasi wisata baru di Kota Pahlawan ini.


Museum Surabaya berada di lantai 1 dalam gedung Siola dengan tak ada tiket masuk bagi pengunjung. Karena begitu luasnya gedung ini dan masih sedikit koleksinya, menjadikan Museum Surabaya tampak begitu lengang dan lapang sekali.


Di bagian depan museum terpajang lukisan dan foto-foto para pemimpin Kota Surabaya sejak masa lampau hingga saat ini. Selain itu juga ada koleksi pajangan piala-piala dan prestasi penghargaan lainnya yang pernah diraih oleh Kota Surabaya.


Di sekitarnya terdapat koleksi berupa patung-patung manekin yang mengenakan aneka seragam yang digunakan dalam lingkup instansi Pemerintah Kota Surabaya dan yang lainnya.


Di bagian lainnya terpajang koleksi berupa berkas-berkas dan dokumen lama tentang kependudukan yang warnanya tampak kusam. Begitu pula dengan koleksi buku-buku lamanya.Beberapa meja lengkap dengan kursi, cermin dan brankas kunonya juga ada di sana.




Peralatan dan bagian-bagian mesin kuno menjadi koleksi museum Surabaya di bagian lainnya. Ada juga koleksi berupa aneka peralatan medis dan kedokteran.Yang menarik, ada juga koleksi berupa becak dan mobil bajaj lengkap dengan traffic lightnya. Biola pemberian dari kelompok Srimulat juga terpajang di salah satu dindingnya.



Untuk koleksi berikutnya berupa aneka perabotan keramik seperti piring dan cangkir. Benda-benda kuno yang digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah pada masa lampau juga menjadi koleksi museum.