Kamis, 24 April 2014

Menikmati Indahnya Pantai Kelapa Panyuran Di Tuban

Ada banyak wisata pantai di daerah Tuban - Jawa Timur. Semuanya memiliki karakteristik dan keindahan tersendiri. Salah satunya adalah wisata Pantai Kelapa yang juga menarik untuk dikunjungi.


Pantai Kelapa atau juga dikenal dengan nama Pantai Panyuran berada di Desa Panyuran , Kecamatan Palang atau sekitar 4 km arah timur dari pusat kota. Sebenarnya cukup mudah untuk menuju ke lokasinya karena hanya berjarak sekitar 200 meter dari jalan raya .
 

Tetapi karena lokasinya yang berada di kawasan perkampungan, menjadikan Wisata Pantai Kelapa ini tampak agak tersembunyi.


Pantai panyuran ini memiliki panorama yang masih alami. Sesuai dengan namanya yaitu Pantai Kelapa, di kawasan pantai banyak terdapat pohon nyiur atau kelapa yang daunnya seolah melambai-lambai terhembus angin.


Sedangkan di pantainya banyak terdapat batu karang yang ukurannya tidak terlalu besar. Di batu karang itu tumbuh kerang-kerang yang banyak dicari dan digunakan oleh warga setempat untuk lauk pauk atau umpan untuk memancing ikan.


Di kawasan pantai ini bisa dijumpai nelayan dengan berbagai aktifitasnya. Bila Anda berminat dan bertepatan waktu dengan kembalinya para nelayan ke daratan, Anda bisa membeli kepiting dan ikan segar dari mereka.


Selain mencari ikan, di antara nelayan itu  juga ada yang mencari rumput laut. Ini terlihat dari adanya ganggang laut jenis warna putih dan warna merah yang dijemur di pasir pantai.


Beberapa tahun yang lalu di pasir pantai ini juga ada  banyak warga setempat yang beraktifitas mencari ‘ Lur ‘ ( cacing laut ) untuk umpan memancing ikan atau dijual dengan harga Rp 5.000 isi 8-10 ekor Lur.

 
 
Yang menarik, sebagai umpan untuk menarik agar Lur itu keluar dari liangnya, mereka  memberi Dedak atau parutan kelapa di sekitar lubang tempat Lur berada .Namun saat ini aktifitas mencari Lur itu sudah jarang dijumpai.



Menurut penuturan nelayan setempat, jarangnya aktifitas mencari lur itu karena keberadaan Lur di pantai ini sudah semakin langka .

Di pantai Panyuran ini kita bisa menikmati indahnya panorama pantai dengan pesona fajar dan senjanya yang menawan. Semburat jingga warna tembaga pada bola api dan langit dengan bayangan hitam di sekitarnya laksana Lukisan alam yang bergerak.


Begitu pula pada hingga sore hari, keindahan pantai ini tampak begitu damai dan mengesankan. Deretan pohon kelapa dan batu karang seakan berpadu harmonis dengan bentang garis horizon pantai.
  

Karena pesona keindahannya, Pantai Panyuran ini sering menjadi lokasi untuk berkemah. Deretan tenda yang didirikan oleh pelajar atau pengunjung lainnya biasa dijumpai di bawah naungan pepohonan kelapa di kawasan pantai ini.


Namun untuk berkemah di pantai Panyuran ini tentu membutuhkan nyali dan keberanian tersendiri.Pasalnya, tak jauh dari lokasi atau sekitar 10 meter di sebelah selatannya terdapat kompleks makam yang tua dan kuno dengan pohonnya yang besar dan rindang.


Tetapi jika tujuan berkemah itu memang positif, Anda tentu tak perlu merasa risau. Apalagi di sekitar wisata ini juga terdapat perkampungan.


So, bagi Anda yang suka berwisata dengan panorama alam pantai yang indah, wisata Pantai Kelapa - Panyuran ini rasanya sayang jika tidak Anda kunjungi.




Keripik Gayam Yang Nikmat di Tuban

Agung - 0857 3396 5278 - 0823 3388 7121
        




www.jelajah-nesia.blogspot.com

Selasa, 22 April 2014

Lukisan Kuno Sang Kapitan di Rumah Abu Han, Surabaya

Ada hal yang menarik dengan lukisan yang terpajang di dinding dan berukuran cukup besar itu. Selain tampak kuno dengan warnanya yang agak kusam, lukisan itu juga menarik karena obyek lukisannnya yang jarang dijumpai.


Lukisan itu menggambarkan sosok seorang pria bangsawan China dengan mengenakan pakaian kebesarannya.Menyimak lukisan itu mengingatkan saya pada sosok dengan pakaian serupa pada film-film klasik China.


Lukisan itu sendiri merupakan salah satu dari beberapa lukisan kuno yang ada di rumah Abu Han di Kota Surabaya - Jawa Timur.  Rumah Abu Keluarga Han merupakan bangunan kuno yang sangat  legendaris di kota ini.


Saya beruntung bisa berkunjung ke rumah yang indah ini dalam acara Peringatan World Heritage Day 2014 yang dipusatkan di Rumah Abu Han belum lama ini .
 

Meskipun dikenal sebagai Rumah Abu Keluarga Han, di rumah ini tidak menyimpan abu orang yang sudah meninggal ataupun tentang abu lainnya.Yang ada adalah kayu-kayu simbolis yang disebut ‘ sinci ‘ ( Papan Arwah ) dan bertuliskan dalam bahasa Tiongkok tentang nama-nama leluhur marga Keluarga Han yang telah meninggal.
 

Sinci yang terletak di meja altar dan berwarna putih gading itu berukuran panjang sekitar 20 cm dan lebar 5 cm.Altar persembahan itu sepintas mirip dengan altar persembahan yang ada di kelenteng.

 

Rumah ini digunakan untuk kegiatan bersembahyang dan menghomati leluhur dari keluarga bermarga Han.Rumah Abu Keluarga Han didirikan sekitar abad 18-19 oleh Han Bwe Koo, keturunan ke-6 dari Keluarga Han.

 
Sejarah Keluarga Han itu sendiri diawali oleh Han Siong Kong yang berasal dari Tiongkok dan pertama kali tiba di Indonesia sekitar tahun 1673 dengan mendatangi di kota pesisir Lasem.

 

Sejarah Keluarga Han kemudian berlanjut dengan salah satu keturunannya yaitu Han Bwee Koo yang datang ke Surabaya dan diangkat menjadi Kapiten der Chineezen.Yaitu wakil pemerintah kolonial Belanda untuk menjadi pemimpin orang-orang Tionghoa di Surabaya.
Sehari sebelum Sincia atau tahun baru Imlek, warga Tionghoa mengadakan sembahyang leluhur.


Semua keluarga baik dekat maupun jauh berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada para leluhur yang sudah tiada.Pada saat itu di rumah Abu Keluarga Han disajikan berbagai perlengkapan sembahyang .Seperti buah-buahan, lauk pauk, seperti ayam, kepiting, ikan, babi, bebek dan kue-kue basah seperti kue nian gao , kue wajik, kue mangkok, kue pia , kue keranjang, muaco, lauwa, thong chiu pia , dan kue thok.

Ada juga minuman putao chee chiew, sejenis anggur rendah alkohol. Dan yang wajib ada tebu sebagai simbol manis-manis agar di tahun yang baru ini semua keluarga diberikan rezeki dan kehidupan yang manis.


Di bagian depan pada Dinding rumah sebelah kanan dan kiri tampak ukiran berbentuk lingkaran yang cukup besar dengan Motif tertentu. Ada juga dua buah patung berbentuk kepala manusia di sebelah kanan dan kiri atas pada pintu masuk . Relief dan Patung itu berwarna coklat kehitaman dan terbuat dari Kayu.


Melangkahkan kaki memasuki rumah Abu Keluarga Han terdapat seperangkat meja dan kursi Kuno. Selain itu juga lampu gantung bergaya klasik. Yang menarik , pada dinding ruangan ini terdapat beberapa lukisan kuno tentang Keluarga Han.Ada juga foto-foto kuno yang sayangnya mungkin karena Faktor Usia,  foto yang sudah cukup lama menjadikan foto itu tidak terlihat jelas apa obyek fotonya.

 

Di Ruangan yang tampak luas dan lega ini berikutnya terdapat meja altar untuk kegiatan bersembahyang dan menghormati leluhur keluarga Han.Altar persembahyangan ini berbentuk sangat indah dengan ukiran, Relief dan warna yang artistik.


Keindahan itu juga tampak pada bagian plafon dan panel-panel kayu yang berukir dengan aksara Tiongkok dan ukiran-ukiran bermotif satwa seperti Burung , Kili dan sebagainya.
Di halaman rumah terdapat sumur tua yang masih digunakan hingga saat ini.


Dengan sosok bangunan rumah Abu Keluarga Han yang kuno dan legendaris itu dengan kisah sejarahnya menjadikan bangunan ini sering menjadi destinasi kunjungan orang-orang yang tertarik pada bidang sejarah maupun arsitektur bangunan.


Pak Robert W. Rosihan sebagai ahli waris sampai saat ini masih merawat rumah itu untuk menghormati tradisi leluhur, dan juga memfungsikan rumah itu untuk kepentingan pendidikan seperti bedah buku dan pameran batik encim.


Di sebelah Rumah Abu Han, juga ada Rumah Abu The, yang dulunya adalah menantu keluarga Han.Ada juga rumah abu keluarga Tjoa yang kesemuanya masih dengan bangunan dan Arsitektur aslinya.




Keripik Gayam Yang Nikmat di Tuban

Agung - 0857 3396 5278 - 0823 3388 7121
        




www.jelajah-nesia.blogspot.com

Senin, 21 April 2014

Sejuta Kenangan Berwisata Kota Bersama Surabaya Heritage Track

Ada banyak pilihan untuk bisa berwisata menikmati suasana dan indahnya panorama Kota Surabaya - Jawa timur. Salah satunya adalah dengan mengikuti wisata kota bersama Surabaya Heritage Track yang diadakan oleh  House of Sampoerna


Wisata ini merupakan layanan gratis yang disediakan bagi pengunjung House of Sampoerna.


Dengan Surabaya Heritage Track ini , pengunjung museum akan diajak berkeliling dengan menggunakan Angkutan sebuah bis yang berwarna Merah dan bentuknya seperti trem.





Surabaya Heritage Track ini diadakan setiap hari dengan jadwal trip yang telah ditentukan. Wisata ini berangkat dari halaman depan A Café di House of Sampoerna dan kembali ke tempat semula. Tiap trip dibatasi 20 peserta saja sesuai dengan kapasitas tempat duduk di dalam bis.
 



Untuk mengikuti Surabaya Heritage Track ini, peminat wisata kota harus mendaftar dulu di kantor yang berada di ruangan dekat A Café. Pendaftaran bisa dilakukan dengan melalui telepon, email atau datang langsung.

 

Demi kelancaran jadwal perjalanan, Tracker diharuskan sudah datang dan bersiap 30 menit sebelum jadwal . Setelah semuanya berkumpul, sebelum memasuki bis Surabaya Heritage Track,  Tracker ( peserta ) akan diberi tiket, peta Surabaya Heritage Track dan Tag ID.


Dalam wisata Kota ini, dengan ditemani oleh seorang Pemandu dari House of Sampoerna, peserta wisata kota akan diajak berkunjung ke loaksi dan tempat dengan bangunannya yang bersejarah. 

 
 
Selama perjalanan, Sang pemandu akan memberikan penjelasan tentang jalur yang dilalui dan lokasi yang dikunjungi dengan sesekali memberikan waktu untuk sesi tanya jawab.

 
Biasanya route wisata kota bersifat tematik mengikuti momen dan suasana yang sedang berlangsung. Seperti momen Natal, Imlek, puasa, Lebaran, hari kemerdekaan, sejarah, budaya dan sebagainya.

 
Seperti halnya wisata kota bersama Surabaya Heritage Track yang saya ikuti belum lama ini mengambil tema " Babat Surabaya " dengan lokasi tujuan awal mula sejarah kota Surabaya, Balai Kota Surabaya dan Gedung Cak Durasim.


Di luar moment special, Surabaya Heritage Track akan membawa Tracker pada route-route regular seperti mengunjungi kawasan Pecinan seperti Kelenteng dan tempat peribadatan lainnya , kawasan Religi seperti Makam Sunan Ampel, kawasan perjuangan seperti Jembatan  Merah dan Monumen Tugu Pahlawan dan sebagainya.

 
Di beberapa titik setiap kawasan yang dilewati, selama beberapa waktu Trackers diberi kesempatan beberapa saat untuk turun dan menyimak kawasan atau tempat yang dikunjungi. 


 
Sambil mendengarkan penjelasan dari pemandu, tentunya Trackers tak melewatkan kesempatan untuk Berfoto ria.

Peminat Surabaya Heritage Track sangat banyak. Tak jarang karena jadwal Surabaya Heritage Track selalu penuh , untuk mendapatkan tiket Surabaya Heritage Track itu harus dengan inden dulu dan menunggu jadwal yang kosong beberapa hari kemudian.


Surabaya Heritage Track adalah salah satu peran pihak swasta dalam mengenalkan Bangunan dan Cagar Budaya yang Bersejarah di Surabaya. 
 

Selain juga mempromosikan potensi wisata .Dalam hal ini peranan House of Sampoerna itu patut mendapatkan apresiasi.
 



Keripik Gayam Yang Nikmat di Tuban

Agung - 0857 3396 5278 - 0823 3388 7121
        




www.jelajah-nesia.blogspot.com