Tips Hamil

Selasa, 31 Desember 2013

Menikmati Indahnya Pantai Tasikharjo Di Tuban

Pantai ini sebenarnya sangat sederhana sekali. Tak banyak pembangunan, fasilitas  dan prasarana bagi pengunjung yang ada di sana. Tetapi di daerah Tuban - Jawa Timur, pantai yang bernama Tasikharjo ini sangat dikenal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan.
Selain memiliki panorama alam yang cukup indah dengan ombak pantainya yang tenang, di kawasan itu juga terdapat deretan hutan cemara yang menjadikan suasananya tampak asri dan alami.



Berada di pantai Tasikharjo ini sangat terasa nuansa nostalgia.Pasalnya, Kawasan pantai ini pada era tahun 1980 an merupakan tempat Wisata  primadona di Tuban yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan karena keindahan panoramanya. Namun sejak beberapa tahun kemudian wisata Pantai ini rusak dan terlantar.
Saat ini tak ada lagi jejak-jejak Bangunan apapun yang meninggalkan kenangan tentang  Kejayaan Pantai Tasikharjo itu di masa lalu.


 Yang tersisa dan tetap abadi adalah pesona keindahan pantai dengan  pasir putihnya  dan tebaran sampah yang terbawa gelombang air laut.
Namun sayangnya, bila dulu di Pantai Tasikharjo  ini banyak dijumpai   berbagai jenis  keong atau kelomang  yang  Hilir Mudik  atau berganti  ‘ rumah  ‘ nya .
Tetapi sejak  belasan tahun terakhir ini , keong atau kelomang itu sudah tak lagi bisa dijumpai yang menunjukkan  indikasi tentang  rusaknya ekosistem Alam disana.

Bila dulu hanya ada beberapa batang pohon  cemara saja, saat ini justru terdapat deretan Tanaman pohon cemara yang membentang kawasan pantai.

Ada rasa  Syukur  yang membuncah dalam benak  saat  memandang dan berada di Hutan pohon cemara itu.
Melangkahkan kaki dengan melintasi hutan cemara itu  memberi pengalaman dan kenangan tersendiri yang indah.   


Suara gemerisik ranting-ranting Pohon nya  berpadu lembut denngan hembusan angin laksana orchestra dan simfoni Alam.


Selain keindahan   hutan cemaranya, di Pantai Tasikharjo  yang  untuk memasukinya tidak dikenakan tiket ini   pengunjung bisa menikmati keindahan panorama fajar dan senja di pantai .



Semburat warna jingga dengan siluet  bayangan hitam yang menghiasinya sangat menawan bagai  Lukisan  yang bergerak .

Belum  lagi dengan adanya aktifitas nelayan setempat yang mencari  nener ( bibit ikan bandeng ) dengan menggunakan Jala berbentuk  ‘ serok ‘ .

Yang menarik dan belum berubah adalah adanya deretan pohon Pandan Laut di tepi pantai yang  sosok dan bentuk pohonnya cukup  unik dan eksotis.

 

Dengan naungan deretan pohon  pandan laut  dan bangku-bangku dibawahnya itu digunakan sebagai  gazebo  sederhana   untuk bersantai dan beristirahat.
Tak jauh di sebelah timur Pantai Tasikharjo terdapat bangunan Terminal Baru Tuban .Terminal yang cukup megah ini berdampingan dengan tempat wisata Pantai Tuban yang untuk memasukinya dikenakan tiket Rp 2000 per  orang.

Ada ironi tentang Terminal Baru Tuban itu. Walau arealnya luas dengan bangunan dan fasilitas yang mentereng melebihi terminal-terminal daerah lainnya, namun kondisi terminal itu cukup sepi.

Sepinya Terminal Baru Tuban yang dibangun dengan dana miliaran rupiah karena harus dengan mereklamasi kawasan pantai itu sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak awal pembangunannya.

 Hal ini karena lokasinya yang berada jauh dari pusat kota Tuban. Selain itu juga karena Tuban hanya menjadi lintasan angkutan bis antar kota antar provinsi jurusan Semarang  - Surabaya atau sebaliknya saja. 




Bagi penumpang dari kota Tuban yang mau menggunakan  bis menuju ke Surabaya tentu akan menunggu dan naik bis yang melintasi kawasan kota saja tanpa harus susah-susah ke Terminal Baru Tuban ini.



Terlepas dari ironi Terminal Baru Tuban itu, yang jelas ketika fajar sosok bangunan Terminal Baru Tuban yang berarsitektur klasik itu menjadi  ornament  siluet  yang  indah.

Dijual Tablet Smartfren New Andromax Tab 7.0 

Hadiah Lomba dari Vivanews. 

Kondisi 100% Baru, Lengkap dan Tersegel.

Harga Penawaran Rp 1,5 juta

Barang Langka - Stock Galeri Smartfren Sudah Kosong Lama

Harga Tablet Smartfren New Andromax Tab 8.0 Rp 2,3 juta

Kontak Agung - 0823 3388 7121

=====================================================================





 ====================



Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :


Minggu, 29 Desember 2013

Jejak Budaya Bangunan Masa Lampau Di Kampung Kemasan

Gresik adalah sebuah kota di Jawa Timur dengan banyak bangunan yang lama dan bersejarah yang tersebar di berbagai penjurunya. Salah satunya berada di kawasan Kampung Kemasan .



Kampung ini berada di sepanjang Jalan Nyi Ageng Arem-arem  di  Kota   Gresik. Kampung ini cukup istimewa karena di sepanjang jalan sekitar 200 meter ini terdapat deretan bangunan kuno yang sampai saat ini  terawat dengan baik.







Salah satunya adalah Rumah Gajah Mungkur yang indah dan unik dengan segala kisah dan sejarahnya.Di sekitar Rumah Gajah Mungkur ini juga terdapat banyak bangunan kuno lainnya yang juga tampak cukup indah.  Bentuk dan arstitektur bangunan-bangunan kuno itu tentunya akan memanjakan mata bagi penikmat  bangunan kuno dan bersejarah.

Di depan Rumah Gajah Mungkur terdapat bangunan kuno yang pada bagian tampak depannya  berwarna merah bata karena menggunakan bahan batu bata.

Sedengjan tepat di sebelah timur Rumah Gajah Mungkur terdapat  sebuah  rumah bertingkat dua dengan bentuknya yang khas dan menarik. 
Terlihat dari bagian pintu, jendela , ubin dan pilar-pilar bangunannya yang  khas dan bergaya klasik.
Di sebelah timurnya lagi terdapat bangunan rumah yang cukup besar dan tinggi. Sayang, bangunan rumah yang saat ini menjadi sarang burung wallet itu tampak berpagar tinggi. Sehingga hanya tampak bagian atas rumah yang berhiaskan patung kepala harimau dan motif hiasan-hiasan lainnya.

Lokasi ini pada abad ke-19 M merupakan pemukiman orang-orang kaya dari  Eropa dan kaum pribumi. Sedangkan bangunan-bangunan kuno di sepanjang jalan ini memiliki arsitektur perpaduan antara budaya  Eropa dan China. 



Unsur budaya Eropa itu terlihat  dari tampak depan bangunan  yang umumnya memiliki susunan anak tangga yang makin mengecil ke atas. 

Begitu juga dengan tiang-tiang penyangga rumah yang bergaya doria dan ionia, serta pintu  dan jendela yang berukuran besar dengan lengkung-lengkung di bagian atasnya. 
 Sedangkan unsur chinanya tampak dari sejumlah ornament maupun tempat hio di pintu gerbang rurnah. Konon, pada masa lampau seluruh bangunan kuno yang ada di kampong ini berwarna merah yang menunjukkan begitu kuatnya pengaruh budaya Cina.
    
Tentang nama Kampung Kemasan itu sendiri berkaitan dengan sejarah kampong ini di masa lampau. Saat itu ada seorang awarga keturunan Cina yang bernama  Bak Liong. Bak Liong mempunyai keterampilan, membuat kerajinan dari emas. 

Kegiatan Bak Liong sebagai tukang emas itu dalam bahasa Jawa disebut dengan nama Kemasan sehingga dalam perkembangannya, kampung ini pun kemudian dikenal dengan nama Kampung Kemasan.Berkunjung dan menyusuri  Kampung Kemasan ini seolah membawa kita larut dengan nuansa kejayaan kampung ini dimasa lampau.  



Dijual Tablet Smartfren New Andromax Tab 7.0 

Hadiah Lomba dari Vivanews. 

Kondisi 100% Baru, Lengkap dan Tersegel.

Harga Penawaran Rp 1,5 juta

Barang Langka - Stock Galeri Smartfren Sudah Kosong Lama

Harga Tablet Smartfren New Andromax Tab 8.0 Rp 2,3 juta

Kontak Agung - 0823 3388 7121

=====================================================================




==============================

 ====================



Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :


Menyusuri Kelenteng-kelenteng Kuno Di Jombang

Mendengar nama Jombang mungkin identik dengan sebutan sebagai kota Santri karena banyaknya santri yang menimba ilmu di berbagai pesantren yang ada di sana. 


Selain terdapat banyak pesantren, di daerah ini juga banyak terdapat bangunan kelenteng sebagai salah satu  jejak pecinan pada masa lampau.




Keberadaan Kelenteng-kelenteng itu bagaikan cermin tentang tingginya toleransi antar umat beragama karena lokasinya yang tak jauh dari bangunan masjid dan pondok pesantren. Berikut ini saya mengajak Anda untuk menyusuri kelenteng-kelenteng yang kuno di Jombang.

1. Kelenteng Boo Hway Bio 

Mojoagung adalah sebuah kota kecil di kabupaten Jombang - Jawa Timur. Di daerah ini di  kawasan  pusat kotanya dengan  terdapat alun-alun kecil , saya menjumpai bangunan kelenteng. Kelenteng itu memiliki gerbang  yang berukuran cukup kecil. Pada gerbang yang di bagian atasnya terdapat ornamen sepasang naga itu tertulis nama Kelenteng yaitu Boo Hway Bio.

Di halaman depan kelenteng tampak dua menara untuk mebakar kertas-kertas doa. Bentuk menara itu cukup unik karena seperti botol dengan ornamen burung Hong (Phoenix ) pada sisi kanan dan Naga pada sisi kiri. 

Walau berukuran mungil, namun kelenteng Boo Hway Bio yang dibangun pada tanggal 6 Lak Gwee atau 6 Juni 1928 ini ternyata memiliki banyak keindahan. Kelenteng ini memiliki  tuan rumah sesembahan yaitu San Ci Kung yang merupakan Dewa Penolong.
  
Memasuki kelenteng ini saya berjumpa dengan Pak Heri, petugas kelenteng, yang dengan ramah mengijinkan  saya membuat reportase dan foto-foto tentang kelenteng Boo Hway Bio.  

Seperti pada kelenteng lainnya, pada bagian depan kelenteng ini terdapat hiolo yang terbuat dari kuningan dengan ornamen sepasang naga. Sepasang lampion dan tulisan berhruf Tiongkok menghiasi di sekitar pintu masuk ruangan kelenteng utama.


Yang menarik, di samping kanan dan kiri pintu masuk ruangan utama kelenteng itu terdapat relief bergambar kisah Delapan Dewa. Gambar pada relief itu tampil beraneka warna dengan gaya ala komik.

Relief bergambar harimau dan naga juga menghiasi ruangan depan ini. Begitu juga dengan pilar-pilar yang berhias ornamen naga. 


2. Kelenteng Hok Liong Kiong 


Selain Kelenteng Boo Hway Bio di kecamatan Mojoagung , di Jombang  juga ada kelenteng lainnya. Kelenteng itu bernama Hok Liong Kiong Kelenteng ini berada di pusat kota tepatnya di Jalan R.E.Martadinata no 72  - Jombang.


Berada di tepi jalan raya, bangunan gerbang kelenteng ini cukup menarik perhatian. Pada bagian tengah gerbang di sisi depannya terdapat ornamen bergambar Yin Yang, Swatika dan genta Rohani sebagai  Lambang Tri Dharma.

Sebaliknya  pada papan kayu di bagian tengah di sisi belakangnya  terdapat ornamen bergambar kisah Delapan Dewa. Sedangkan pada bagian atas gerbang  terdapat ornamen berupa sepasang burung Hong ( phoenix ).


Memasuki halaman kelenteng terdapat sebuah panggung mini untuk mementaskan wayang Potehi. Di sebelah kiri  bangunan kelenteng terdapat menara untuk membakar hio, yuswa dan kertas doa. Menara itu setinggi sekitar 3 meter dengan warna dan ornament yang menarik.

Pada halaman luar di bagian depan kelenteng  terdapat dua ornamen berbentuk patung singa Kilin yang berwarna abu-abu. Sebenarnya di samping kanan halaman luar kelenteng ini juga ada ronamen patung lainnya yang saya tidak diijinkan untuk memotretnya.
Di belakangnya tampak hiolo yang terbuat dari kuningan dan digunakan oleh umat kelenteng untuk meletakkan hio dan yuswa yang telah dinyalakan
  

Dua buah ornamen berbentuk arca Wee Tie Kiong  berada di samping kanan dan Tjin Siok Poo di samping kiri pintu masuk kelenteng.

Kedua arca itu mengingatkan saya pada arca dengan sosok yang serupa di kelenteng Poo An Kiong di Blitar.


Selain itu pada dinding depannya juga terdapat lukisan klasik kuno yang berwarna . 

Lukisan itu mengingatkan saya pada gaya dan bentuk lukisan yang serupa di kelenteng Tjoe Tik Kiong di Pasuruan  



3. Kelenteng Hong San Kiong 

Kelenteng itu berukuran cukup mungil dan bukan berada di pusat kota. Tetapi walau begitu, kelenteng ini banyak didatangi oleh pengunjung dari berbagai daerah untuk beribadah atau berwisata minat khusus.

Keberadaan kelenteng itu juga menjadi salah satu jejak dan penanda bangunan lama di Jombang.Selain itu juga menunjukkan bahwa daerah ini memiliki peranan penting pada masa lampau.


Kelenteng yang bernama Hong San Kiong itu  diperkirakan berdiri pada abad 17 dan merupakan klenteng tertua di Jombang. 

Bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 16,200 m2 dengan luas bangunan 3,500 m²,  merupakan simbol asimilasi antara warga pribumi dan pendatang etnis Tionghoa di Jombang.


Hong San Kiong  terletak di Desa Gudo, Kecamatan Gudo, Jombang.Merupakan  tempat ibadat Tri Dharma (agama Tios, Budha, dan Konghucu).

Lokasi Klenteng ‘Hong San Kiong’ berada tepi jalan raya Gudo dan diantara  pemukiman penduduk. Lokasinya yang berada tepat di ujung jalan pada simpang pertigaan itu membuatnya sangat mudah dikenali.

Pada bagian depan kelenteng terdapat pintu masuk dengan ornamen berbentuk burung garuda di sebelah kanan dan kiri.  Di bagian bawah ornamen garuda itu terdapat aksara Cina. Entah apa maksud dan tujuan dibangunnya ornamen garuda itu.



Yang menarik , pada pintu masuk itu ada juga prasasti kuno yang bertahun 1938 menuliskan sumbangan dari seseorang berupa roedji ( pagar besi ) pada kelenteng ini.

Di dalam tempat ibadah bernuansa kemerahan itu, terdapat beberapa penghuni (Dewa).Sebagai tuan rumah adalah Kong Co Kong Tik Tjoen Ong. Letaknya (altar) tepat berada di tengah-tengah ruangan depan. 

Di sebelah kirinya terdapat Kong Co Hong Tik Tjoen Sing atau lebih dikenal dengan sebutan Dewa Bumi.

   
Di sebelah kirinya lagi ada Dewa Langit atau Kong Co Hyang Thian Sing Tee.

Sementara di sebelah kanan altar Tuan Rumah, ada Dewa Kebenaran/keadilan yaitu Kwan Sing Tee Koen. 

Di bawah ‘peraduan’ Dewa Tuan rumah terpampang kendaraan Kong Co Kong Tik Tjoen Ong bernama Bing Hoe Ciang Koen.


Dijual Tablet Smartfren New Andromax Tab 7.0 

Hadiah Lomba dari Vivanews. 

Kondisi 100% Baru, Lengkap dan Tersegel.

Harga Penawaran Rp 1,5 juta

Barang Langka - Stock Galeri Smartfren Sudah Kosong Lama

Harga Tablet Smartfren New Andromax Tab 8.0 Rp 2,3 juta

Kontak Agung - 0823 3388 7121

=====================================================================





==============================

 ====================



Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca 

di Link berikut ini :